BULETIN OPEN CALLS

7 Open Calls yang gak boleh dilewatkan di pengujung tahun 2023

Lepaskanlah semua penyesalan yang telah membebanimu sepanjang tahun 2023 ini, ACI kembali mengajak dan memotivasi kamu untuk mendaftar di tujuh Open Calls berikut ini

Pexels

Pexels

Article Image Title
Editor: Redaksi ACI
19.12.2023

Jangan terhanyut dalam kesedihan, jika kamu belum pernah lolos seleksi dari satu pun Open Call yang sudah kamu ikuti di tahun ini. Untuk terakhir kalinya pada 2023, ACI kembali memberdaya aspirasi kreatif mu. Dalam deretan peluang seni ini kami membagikan tujuh Open Calls dari Korea Selatan, Jerman, Singapura, Malaysia, dan juga dari Tanah Air. 

Pertama-tama, kami mengajak kalian ikut serta dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh ACI sendiri. Berbeda dengan semua peluang lainnya yang tertera dalam daftar ini, acara berikutnya tidak dipersembahkan oleh kami sebagai perantara saja, namun sebagai host nya langsung:

Panggilan untuk jurnalis dan pekerja media grassroots di Indonesia 

Publishing for Peanuts Banner

ART CALLS Indonesia memfasilitasi inisiatif perdana di Indonesia yang mengundang pekerja dan peminat media alternatif atau akar rumput untuk berkohesi secara aktif dalam serangkaian kesempatan baru. Pertama di Indonesia, pekerja media grassroots, media independen, media social-impact dan media ‘homeless’ diajak untuk berkenalan satu sama lain secara bersama dan dengan hangat. 

Terlepas dari posisi kerja, lokasi dan tempat tinggal, semua peminat dapat ikut serta dalam program ‘Publishing for Peanuts – ACI Media Meeting’. Melalui program ini, kami mengajak untuk bersawala mengenai pelbagai topik; antara lain kami akan mengusung tema dan pertanyaan berikut: 

  • How to be innovative if the ecosystem isn’t there yet?
  • We publish for peanuts: Capek, gak sih?
  • Exploit your audience or develop your audience?

Cek selengkapnya di sini | Tenggat: 25 Desember 2023

Residensi seni di Jerman selama tiga bulan, honorarium sebesar Rp 76 juta 

5

Foto ilustratif | Sumber: Arsip ACI

Program ini mengajak untuk mengembarai ruang-ruang kesenian di Jerman, tepatnya di sekeliling kota Gelsenkirchen. Peminat program residensi ini dapat ikut serta baik secara individu maupun sebagai kolektif. Program ini berlangsung selama 12 minggu, dan membuka kesempatan untuk meriset dan menjelajahi skena seni setempat secara ekstensif.

Hasil eksplorasi tersebut diharap dibalut dalam karya seni situation-specific. Karya tersebut mesti mampu merespon pada keadaan ruang publik di sekeliling kota Gelsenkirchen. Sebagai contoh, ciptaan karya tersebut dapat mengusung tema berunsur arsitektur lokal, atau dapat memandang kota dari sudut masa lampau. 

Panggilan ini dituju kepada pelaku seni dan kolektif seni yang berminat menciptakan karya seni sarat kontekstual: Karya buatan tamu residensi bersifat site-specific dan sosial atau interaktif. Residensi ini diselenggarakan oleh Urbane Kuenste Ruhr dan akan berlangsung dari 2 April 2024 hingga 30 Juni 2024.

Benefit yang diperoleh: 

  • Honorarium seniman sebesar Rp 76 juta atau EUR 4,500
  • Akomodasi di kota Gelsenkirchen (Jerman)
  • Biaya perjalanan (pergi-pulang) ditanggung penyelenggara 
  • Ruang kerja 

Siapa yang boleh daftar: Pelaku seni berbasis di mana pun di dunia, terlepas dari latar belakang, gender, kewarganegaraan, etnisitas, latar sosial, agama, disabilitas, usia dan orientasi seksual.

Cek selengkapnya di sini | Tenggat: 5 Januari 2024

Berkolaborasi dengan kawan-kawan pelaku film di Singapura, bikin karya film pendek baru secara bersama

Oki Aci Introvert

Open Call ini menawarkan suatu kegiatan dan mekanisme yang rupanya cukup langka. Penyelenggara di balik acara ini tidak mencari karya-karya seni yang sudah rampung dan diciptakan oleh manusia-manusia berpengaruh di skena, melainkan Open Call ini mengajak untuk benar-benar berkolaborasi sesama peminat industri film dan membuat sesuatu baru secara bersamaan. 

‘Raw Moves 2024’ mencari pelaku seni dan peminat film. Enam pendaftar terpilih akan mengonsep dan membuat dua karya film pendek sesuai dengan tema acara, yaitu ‘Balancing - The movement of consciousness’. Peminat berbasis baik di dalam maupun luar Singapura dapat ikut serta dan berkarya bersama. Hasil sinematik dari kerjaan kolaboratif itu akan ditayangkan di Singapura pada awal 2025. 

Cek selengkapnya di sini | Tenggat: 31 Desember 2023

Norway meets Indonesia: Lokakarya internasional bersama pakar dari Indonesia, honorarium sebesar Rp 7,5 juta 

Apa yang terlintas dalam benakmu ketika mendengar  kata ‘Skandinavia’? Barangkali kamu belum ada gambaran apa-apa, kawasan belahan utara tersebut terdiri dari beberapa negara nordik yang biasa disebut Skandinavia, yakni Denmark, Finlandia, Swedia, Norwegia dan juga Islandia. Kelima negara tersebut memiliki kualitas hidup tertinggi di dunia dan masyarakat paling progresif dan toleran. – Intinya, surgaloka bagi pekerja seni!

Melalui Open Call ini, kalian tak perlu jauh-jauh mengembara ke Skandinavia untuk mencicipi suasana berkesenian di surgaloka tersebut. PRAKSIS adalah sebuah proyek dari Norwegia yang akan menghelat serangkaian lokakarya di Indonesia, tepatnya di Sumberkima, Bali. Open Call ini dikhususkan bagi arsitek, pelaku desain, pelaku kerajinan tangan dan spesialis lainnya. Program berbasis lokakarya ini akan dilaksanakan di Samon Haven di Sumberkima sepanjang bulan April 2024.

Peserta lokakarya ini akan belajar memperpadukan kearifan Nusantara dengan keterampilan dan ilmu peserta masing-masing. Program ini juga akan diberdaya oleh arsitek Andy Rahman, Totok Noerwasito dan I Nyoman Gede Maha Putra. 

Peserta terpilih mendapatkan: Akomodasi, sarapan, makan siang, makan malam, honorarium sebesar Rp 7,5 juta, jasa antar-jemput dari bandara di Denpasar.

Cek selengkapnya di sini | Tenggat: 4 Januari 2024

Nyebrang ke Pulau Pinang: Panggilan terbuka untuk segala genre seni

362687298 827155515444020 2523980264585365944 N

George Town Festival memanggil pelaku seni lintas disiplin untuk mengajukan proposal atau konsep kegiatan untuk edisi George Town Festival pada tahun 2024 mendatang. Secara tahunan perhelatan tersebut menghadirkan seni dan budaya di tengah-tengah kota George Town. Edisi berikutnya mengusung tema ‘Here and Now’ dan akan berlangsung pada Juli 2023. 

Cek selengkapnya di sini | Tenggat: 31 Desember 2023

Jelajahi budaya Korea Selatan, kerja di Indonesia Centre di Korea

Tertarik pindah ke Negeri Gingseng di tahun 2024 dan bekerja sebagai perantara budaya Indonesia? ‘Indonesia Centre Korea’ sedang mencari tenaga kerja berbasis magang. Meskipun pangkat kerja magang cenderung diasosiasikan dengan pekerjaan awal karier, panggilan terbuka ini dituju pada pelaku budaya dan peminat budaya berusia 30 hingga 40 tahun. 

Cek selengkapnya di sini | Tenggat: 20 Desember 2023

More Contact than Just Contacts Aci

Tampilkan karya filmmu di Balinale 

Bali International Film Festival akan digelar pada Juni 2024. Menjelang edisi ke-17, komite festival membuka kesempatan spesial untuk pelaku film dari Indonesia dan luar negeri. Mereka menerima submisi film segala genre, termasuk fiksi dan dokumenter. Khususnya pendaftar WNI, penyelenggara Balinale menyatakan melalui keterangannya bahwa pendaftaran (bagi Warga Negara Indonesia) adalah bebas biaya. 

Cek selengkapnya di sini | Tenggat: 15 Maret 2024