PUBLISHING FOR PEANUTS

Kepada kawan-kawan pekerja media (grassroots): Marilah kita berkohesi!

ART CALLS Indonesia memfasilitasi inisiatif perdana di Indonesia yang mengundang pekerja dan peminat media alternatif atau akar rumput untuk ber-kohesi secara aktif dalam serangkaian kesempatan baru

Article Image Title
Editor: Marten S.
06.12.2023
Sekilas:
Gratis dan terbuka untuk umum
Tenggat pendaftaran: Diperpanjang hingga 25 Desember 2024
Formulir pendaftaran

Perdana di Indonesia, pekerja media grassroots, media social-impact, media 'homeless' dan media independen diajak untuk berkenalan satu sama lain secara bersama, dan dengan hangat. Terlepas dari posisi kerja dan lokasi tempat tinggal, semua peminat dapat ikut serta, dari jurnalis lepas hingga pendiri usaha media.

Dengan maraknya penyebarluasan informasi melalui media sosial, penalaran jurnalistik semakin dikalahkan oleh para kreator konten ‘calendar quotes’. Pentingnya peranan media sebagai pilar ke-empat dalam tata demokrasi semakin sulit disampaikan kepada resipien muda. Partisipasi mereka dalam tata demokrasi pun rupanya merosot. Baik media mapan dan arus utama, maupun media alternatif mengalami tantangan yang sama. 

Tekanan untuk menayangkan konten sebelum tenggat, dan tantangan jurnalistik lainnya membuat pekerja media (holistik dan alternatif) terjebak dalam mantra ‘work hard, not smart’. – Alhasil, kontennya sangat apik, tapi tidak dibalut dalam settingan nan laku. 

Inklusivitas itu tercapai ketika kita bersifat terbuka kepada siapa pun, terlepas dari kriteria apakah kita sudah mengenal dengannya secara pribadi atau belum. Inklusivitas adalah kepekaan dan kemampuan untuk ‘nge-read the room’ dan kerja sama dengan orang baru. Keterampilan itulah yang dimiliki kaum jurnalis. Maka, siapa lagi kalau bukan pekerja media yang cocok menjadi katalisator inklusivitas dan penyedia akses pada informasi bermutu. (Marten, Pendiri ART CALLS Indonesia dan ART CALLS Southeast Asia)

Img 5004

Status Quo

Pendirian sebuah gerakan atau kolektif media pada mulanya kerap dimotori passion dan idealisme. Namun, banyak wadah media alternatif dikonsep dengan kurang sangkil untuk bertahan dan berlaba. Kita-kita sebagai pekerja media (alternatif) membuka perspektif baru, mengajak untuk membayangkan utopia, membandingkan dinamika-dinamika tertentu dalam masyarakat, tapi kita selalu kalah dengan para pembuat berita clickbait. Faedah media alternatif adalah sangat besar bagi audiens, namun sangat kecil bagi para pekerja media sendiri.

Baca juga: The real reasons why most Indonesians don’t like to read

Exploit your audience or develop your audience?

Get ‘em, sell ‘em, keep ‘em (entertained). Rupanya, mantra tersebut diterapkan oleh banyak wadah media yang mahir memanfaatkan satu-satunya keunggulan yang dimiliki masyarakat Indonesia, yakni SDM yang secara kuantitatif luar biasa besar.

Resipien berita di Indonesia berupa jutaan anak muda yang tidak punya budget pendidikan – baik secara formal maupun secara informal melalui membaca konten berkualitas. Para konsumen dari peanut gallery (kursi paling murah dan paling belakang dalam stadium), sudah biasa membaca berita sensasional dan viral belaka. Dari sudut pandang para pendiri wadah media nan ‘laku’, premis nya cukup simpel: Mengakumulasi clicks demi menggaet klien iklan. 

Kita bersaingan dengan kreator clickbait demi perhatian publik, yang sudah biasa dengan berita repetitif belaka. Jurnalisme memang punya harga, dan tak bisa dikonsumsi secara cuma-cuma. Namun banyak wadah media alternatif (termasuk ART CALLS Indonesia juga) masih bersifat terlalu lowkey untuk menanam pesan ini dalam benak pembaca. 

3

We publish for peanuts. Capek ga sih?

Banyak klien iklan cenderung cukup ragu meminta jasa promosi oleh media alternatif, salah satu sumber pemasukan paling sakral bagi semua usaha media. Media independen dan kritis cenderung kalah dengan media skena dan media besar yang sangat minim opini. 

Journalism is printing what someone else does not want printed. Everything else is public relations. (George Orwell)

Kita berkiprah dalam paradoks untuk menyajikan konten kepada audiens niche: Kendati rumit di-monetisasi, mereka tetap berekspektasi tinggi. Khalayak niche cenderung meminta konten variatif, sedangkan pengguna sosial media awam lebih memperhatikan konten simpel dan monoton. Begitu pun terdapat paradoks dalam struktur usaha media: Bagaimana caranya menyediakan konten berkualitas tanpa adanya armada jurnalis berkualitas? Bagaimana menjaga loyalitas pembaca tanpa bisa meminta apa-apa dari mereka? Bagaimana caranya bersuara kritis tanpa merugikan diri sendiri? Bagaimana caranya mepertahankan semangatnya tanpa akses dan suntikan dana?

Journalism needs character. No public characters such as influencers, but journalistic character. (Marten, inisiator ACI)

Negeri ini dihuni nyaris 300 juta orang dan merupakan satu-satunya negara tata demokratis di kawasan ASEAN. Populasi kita didominasi golongan anak muda yang melek teknologi. Negara ini sarat kaya akan budaya. Potensi kreatif dari Aceh sampai Merauke belum tersalurkan, gagasan-gagasan ciamak anak bangsa dari daerah belum mencuat ke permukaan. Semestinya kita sebagai pekerja media alternatif lebih sadar akan pentingnya kehadiran kita. – Sebagai fasilitator partisipasi sipil dalam demokrasi, dan sebagai pengantar budaya diskusi. 

How to be innovative if the ecosystem isn’t there yet?

Daripada kita capek mengingat para pembaca bahwa gratis tidak berarti percuma, dan mengingat institusi-institusi mapan bahwa jasa kita lebih unggul dari Instagram-Boost – kita mesti menyadari terlebih dahulu, bahwa kita dapat bicara lebih lantang jika kita menggunakan satu suara. How to be innovative if the ecosystem isn’t there yet? We build it on our own!

Aci Media Tstmony

Getting together tanpa gengsi

Proyek 'Publishing for Peanuts' ini akan dimulai secara informal. Para pemimpin (editor-in-chief, pendiri, inisiator, jurnalis berpengalaman dll) dari media alternatif diajak untuk berkenalan secara luring di Jakarta, dan secara daring bagi kawan-kawan di luar ibu kota.

Tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk menjalin koneksi, memberi feedback, membuka diskusi, dan merancang beberapa kegiatan secara bersama. Antara lain: perencanaan acara edukatif dan interaktif dalam tanggung jawab multi-stakeholder ship, dan penerbitan kolom atau blog ‘transparansi’ secara bersama.

Teman-teman lain yang mendaftar diri akan diajak untuk rembuk bersama, mengeluh, curhat dan berdiskusi panas sesama peminat media secara daring. Dalam tahap selanjutnya, kami akan membuka proyek ini kepada kawan-kawan se-ASEAN.

When and Where

Tempat dan tanggal pertemuan offline di Jakarta akan ditentukan secara bersama. Tempat dan tanggal pertemuan online, baik khusus pemimpin media, maupun peminat saja, akan diinfokan setelah pendaftaran ditutup.

Bersinergi

Kita kudu memahami peran kita sebagai kontributor pada budaya diskusi. Saatnya kita juga berdiskusi sesama rekan seperjuangan.

Reporter Greg 1

Kriteria keikutsertaan 

Terbuka untuk siapa pun, terlepas dari domisili, usia, gender, agama, kelas, tingkat pengalaman, dll – ACI akan membagi semua lamaran yang diterima dalam tiga kategori; berdasarkan pangkat, pengalaman dan statement motivasi:

  • Pemimpin kolektif media berbasis di Jabodetabek (offline)
  • Pemimpin kolektif media berbasis di luar Jabodetabek (online)
  • Peminat media dari mana pun (online) 

Daftar di sini.

Kami menghimbau bahwa undangan ini tidak dituju kepada teman-teman ‘promoter’ (misalkan, editor panduan busana baru, atau editor direktori cafe). Untuk proyek ini, kami memprioritaskan kawan-kawan dari wadah media yang secara rutin juga menerbitkan konten berunsur kritis terhadap tema apa pun.


Bagi kalian, peminat dan pekerja media, yang tak takut kehilangan koneksi karena bersuara kritis, yang membuka perspektif baru pada topik-topik seperti krisis iklim, yang menulis tentang utopia tanpa polusi udara, yang membedah keajaiban dari skena mana pun, dan tidak selalu mengikuti arus viral: Pasti kalian semua pernah bertanya pada kalian sendiri: kenapa sih gue masih mau kerja di bidang ini? 

Saatnya kita mengonsep jawaban pada pertanyaan itu: Karena kita bisa ber-kohesi, bisa kerja sama dan saling memberdayakan satu sama lain. Marilah kita manfaatkan kesempatan ini untuk menambah perspektif, menambah rekan diskusi dan menjalin hubungan dengan teman-teman baru.

Jika Anda merasa sedikit lebih semangat selepas membaca isi undangan terbuka ini, dengan genuine kami mengajak Anda untuk turut berpartisipasi. Begitu pun, jika Anda tidak setuju dengan pola pikir yang dinarasikan, dengan hormat kami tetap mengajak Anda untuk ikut serta. Ini adalah pemahaman kami atas inklusivitas. Dengan hangat – dan bersama Anda. 

 

ACI Media Meeting - 'Publishing for Peanuts': Pendaftaran

Tenggat pendaftaran: diperpanjang hingga 25.12.2023

Tentang ART CALLS Indonesia: The more we share, the more we have!